UNSUR-UNSUR HUKUM

Untuk memahami hubungan antara ilmu-ilmu hukum dengan hukum positif (tertulis) yang sinonim dengan tata hukum, perlu ditinjau sejenak perihal unsur-unsur hukum atau “gegevens van het recht”. Unsur-unsur hukum tersebut mencangkup unsur idill dan unsur rill. Unsur idill tersebut mencangkup hasrat susila dan rasio manusia : hasrat manusia menghasilkan azas-azas hukum (“rechtsbeginzelen”,misalnya : tidak ada hukuman tanpa kesalahan), sedang rasio manusia menghasilkan pengertian-pengertian tentang hukum (“rechtsbegrippen”,missalnya : subyerk hukum,hak&kewajiban,dll).
Unsur rill terdiri dari manusia,kebudayaan materill dan lingkungan alam. Apabila unsur idill kemudian menghasilkan kaedah-kaedah hukum melalui filsafat hukum dan “normwissenschaft atau sollenwissenschaft”,maka unsur rill kemudian menghasilkan tata hukum. Disini tidak boleh dilupakan bahwa “tatsachenwissenschaft atau sollenwissenschaft” banyak berperan dalam pembentukan tata hukum.

referensi :
1.Prof.DR.Soerjono Soekanto,SH.,M.A.
2.Prof.Purnadi Purbacaraka,S.H.
3.Google

Tinggalkan komentar

Filed under ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s