PENGISIAN KEKOSONGAN HUKUM

Hakim mengisi kekosongan hukum apabila perkara yang diajukan kepadanya tidak ada ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam peraturan perundang-undangan meskipun sudah ditafsirkan menurut bahasa, sejarah, sistematis dan sosiologis.Konstruksi hukum adalah hakim membuat suatu pengertian hukum (rechsbergrip) yang mengandung persamaan.
Tiga cara penafsiran hukum:
1. Penafsiran analogis, adalah penafsiran suatu peraturan hukum dengan memberi ibarat pada kata-kata dalam hukum sesuai dengan asas hukumnya. Dengan demikian, suatu peristiwa yang sebenarnya tidak dapat dimasukan, kemudian dianggap sesuai dengan bunyi peraturan-peraturan tersebut.
2. Rechtsverfijning (penghalusan hukum), yaitu memberlakukan hukum sedemikian rupa, sehigga seolah-olah tidak ada pihak yang disalahkan.
3. Argumentum a contrario adalah penafsiran undang-undang yang didasarkan atas pengingkaran artinya, berlawanan pengertian antara soal yang dihadapi dengan soal yang diatur dalam suatu pasal undang-undang. Berdasarkan pengingkaran tersebut ditarik kesimpulan bahwa masalah perkara yang dihadapi tidak termasuk pasal yang dimaksud.

sumber : http://www.google.com

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s